Loading Events

« All Events

  • This event has passed.

Utilization of Artificial Intelligence in Diagnostic Pathology and Oncology to Enhance Quality of Healthcare Services in Primary Care Settings

April 11 @ 11:00 AM - 1:00 PM
Transformasi sistem kesehatan nasional menempatkan digitalisasi sebagai salah satu prioritas utama sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penguatan rekam medis elektronik, integrasi data kesehatan, serta pengembangan pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu, efisiensi, dan keselamatan pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan primer. Di sisi lain, beban penyakit kanker di Indonesia terus meningkat dan menjadi salah satu penyebab kematian utama. Tantangan yang masih dihadapi meliputi keterlambatan deteksi dini, variasi kualitas rujukan, keterbatasan akses layanan patologi di beberapa wilayah, serta ketidakterpaduan informasi klinis antar tingkat pelayanan. Kondisi ini menuntut sistem pelayanan yang lebih presisi, cepat, dan berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan klinis yang tepat. Perkembangan kecerdasan buatan dalam bidang patologi diagnostik dan onkologi telah menunjukkan potensi signifikan dalam meningkatkan akurasi analisis citra histopatologi, mendukung skrining awal, serta membantu sistem pendukung keputusan klinis. Pemanfaatan teknologi ini berpotensi mempercepat proses diagnosis, mengurangi variasi interpretasi, serta meningkatkan efektivitas sistem rujukan. Dalam konteks fasilitas pelayanan kesehatan primer, pemahaman terhadap output sistem berbasis AI menjadi penting karena hasil tersebut akan memengaruhi keputusan rujukan, edukasi pasien, serta tindak lanjut klinis. Namun demikian, kesiapan sumber daya manusia kesehatan dalam memahami prinsip kerja, manfaat, keterbatasan, serta aspek etik dan regulasi penggunaan AI masih belum merata. Sebagian tenaga kesehatan dan tenaga medis belum memperoleh pembaruan yang memadai mengenai implementasi AI dalam patologi diagnostik dan onkologi, khususnya dalam konteks pelayanan primer. Tanpa penguatan kapasitas, terdapat risiko kesalahan interpretasi, penggunaan yang tidak optimal, serta potensi dampak terhadap mutu dan keselamatan pasien. Selain aspek teknis, implementasi AI dalam pelayanan kesehatan membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas profesi. Dokter, perawat, bidan, tenaga laboratorium, tenaga kesehatan masyarakat, pengelola data kesehatan, serta unsur manajemen fasilitas kesehatan memiliki peran dalam membaca, menindaklanjuti, dan mengintegrasikan informasi diagnostik berbasis AI ke dalam alur pelayanan. Oleh karena itu, peningkatan literasi dan kompetensi dasar mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi kebutuhan yang bersifat nasional dan lintas profesi.

Details

Venue

Organizers

  • PT Utama Padma Qualiti
  • Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti