• Webinar Tata Laksana Terapi Cairan, Elektrolit Dan Nutrisi Parenteral Pada Pediatrik

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Webinar ini akan membahas pentingnya pengelolaan keseimbangan cairan, elektrolit, dan nutrisi pada pasien anak, khususnya dalam kondisi kritis atau yang membutuhkan perawatan intensif. Terapi cairan dan nutrisi parenteral merupakan pilihan yang diperlukan ketika nutrisi enteral tidak memungkinkan, namun harus dilakukan dengan teliti karena risiko komplikasi yang dapat timbul. Dengan perkembangan teknologi dan tata laksana klinis yang semakin maju, penting bagi tenaga kesehatan untuk selalu memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang ini. Melalui diskusi bersama para ahli pediatri, gizi klinis, farmasi, dan perawatan intensif, webinar ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan layanan terbaik bagi pasien pediatri. Semoga webinar ini dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan anak di Indonesia.

  • Webinar Membangun Resiliensi Berkelanjutan – Rahasia Mindfulness dan Neurosains Membangun AKHLAK

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Webinar ini hadir untuk merespons tantangan kompleks yang tengah dihadapi dunia saat ini, seperti ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, pandemi global, dan percepatan teknologi. Kondisi-kondisi ini telah meningkatkan tekanan psikologis yang dialami individu, baik dalam kehidupan pribadi maupun di lingkungan kerja. Konsep resiliensi, yang merupakan kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi dalam menghadapi tekanan, menjadi semakin relevan dalam menghadapi situasi ini. Mengintegrasikan praktik mindfulness, neurosains, dan nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) menjadi solusi holistik untuk membangun ketahanan mental dan mengelola stres dengan lebih efektif. Melalui penerapan mindfulness dan wawasan neurosains, serta penerapan nilai-nilai AKHLAK, resiliensi yang terbentuk tidak hanya berfokus pada pemulihan dari kesulitan, tetapi juga pada pengembangan diri yang lebih baik. Webinar ini akan memberikan pemahaman tentang bagaimana membangun resiliensi yang berkelanjutan dengan pendekatan yang mencakup adaptasi terhadap perubahan, pengelolaan emosi, peningkatan produktivitas, dan kolaborasi yang kuat. Dengan fondasi nilai-nilai yang kokoh, individu diharapkan dapat menghadapi masa depan yang penuh tantangan dengan lebih percaya diri, tangguh, dan bermakna.

  • Seminar Penerapan Hospitality di Puskesmas Kebayoran Lama

    Puskesmas Kebayoran Lama Jl. Ciputat Raya No.3B, RT.9/RW.8, Kby. Lama Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jakarta, Indonesia

    Selamat datang di platform Learning Management System (LMS) Plataran, tempat pelatihan online terintegrasi yang digunakan untuk mendukung pengembangan kompetensi pegawai dalam penerapan hospitality di layanan kesehatan primer. LMS ini menyediakan materi pelatihan yang komprehensif, berorientasi pada peningkatan keterampilan seluruh tenaga kesehatan dan pendukung, sesuai dengan kebutuhan pelayanan yang ramah, profesional, dan berfokus pada kenyamanan pasien. Pelatihan ini diikuti oleh berbagai profesi di Puskesmas Kebayoran Lama, termasuk dokter, perawat, bidan, apoteker, tenaga administratif, hingga tenaga keamanan dan kebersihan. Dengan pendekatan yang selaras dengan tata nilai BERAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif), LMS ini bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang efektif, meningkatkan integritas, serta menguatkan kolaborasi antar pegawai untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Mari bersama-sama wujudkan visi Puskesmas Kebayoran Lama: “Puskesmas dengan Layanan Terbaik untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Mandiri”.

  • Webinar Update on Geriatric Health Problem in Indonesia

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) merupakan fenomena global yang juga dialami oleh Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2022, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai 10,48 persen. Pada tahun 2045, Indonesia diperkirakan akan mengalami ledakan demografi dengan populasi lansia mencapai hampir seperlima dari total penduduk, yaitu sekitar 19,9 persen. Lebih lanjut, pada tahun 2050, jumlah lansia diproyeksikan mencapai 77 juta jiwa, atau hampir seperempat dari total populasi. Perubahan demografi ini akan berdampak pada pergeseran pola penyakit yang terjadi di masyarakat. Penyakit-penyakit yang sebelumnya banyak disebabkan oleh infeksi, malnutrisi, dan sanitasi buruk, kini bergeser menjadi penyakit kronik degeneratif, sindrom metabolik, keganasan, serta penyakit yang berhubungan dengan perubahan gaya hidup. Lansia juga sering mengalami kondisi multimorbiditas, yakni menderita lebih dari satu penyakit, ditambah dengan berbagai masalah kesehatan lain seperti gangguan psikis, kognitif, ketidakmampuan bergerak (immobility), frail, sarcopenia, serta polifarmasi. Menanggapi fenomena tersebut, serta untuk mendukung misi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara yang berfokus pada keunggulan dalam manajemen lanjut usia di Asia Tenggara, PT Utama Padma Qualiti, dengan dukungan FK Untar, akan menyelenggarakan webinar bertajuk “Update on Geriatric Health Problem in Indonesia” pada 16 Desember 2024. Webinar ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru dan komprehensif terkait tata laksana pasien lanjut usia, sekaligus memperkuat kompetensi staf pengajar dalam bidang manajemen lansia.

  • Webinar “Pelatihan Sistem Manajemen Mutu (SMM) Rekam Medis Elektronik (RME) Sesuai Permenkes No. 24 Tahun 2022”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Transformasi digital di sektor kesehatan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas layanan. Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi landasan hukum bagi fasilitas kesehatan untuk beralih dari pencatatan manual menuju sistem digital dan mendukung integrasi data nasional melalui Platform Satu Sehat. Namun, penerapan RME menghadapi tantangan seperti kurangnya pemahaman, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan literasi digital, infrastruktur yang belum merata, kekhawatiran keamanan data, dan keterbatasan pendanaan. Untuk mengatasinya, diperlukan pendekatan komprehensif melalui Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang mencakup edukasi dan sosialisasi, pelatihan SDM, penyusunan SOP, pengembangan KPI, perbaikan berkelanjutan, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Dengan langkah ini, diharapkan fasilitas kesehatan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, kompetensi SDM, efisiensi pelayanan, membangun sistem berbasis mutu, dan mempercepat transformasi digital demi terciptanya layanan kesehatan yang terintegrasi dan berkualitas bagi masyarakat.

  • Webinar “Pengenalan Masalah Masalah Kesehatan Dalam Bidang Kedokteran Kerja”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Perkembangan modernisasi, industrialisasi, dan globalisasi membawa dampak positif dan negatif pada berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan kerja. Di tengah persaingan global, perlindungan tenaga kerja menjadi prioritas utama dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Pasal 86 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengamanatkan bahwa setiap pekerja berhak atas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dalam konteks ini, dokter perusahaan memegang peran strategis dalam mengelola program kesehatan kerja di perusahaan, termasuk pencegahan dan diagnosis penyakit akibat kerja. Data dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menunjukkan bahwa setiap tahun, sebanyak 2,78 juta orang meninggal akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (ILO, 2017). Meski demikian, data menunjukkan bahwa pelaporan PAK di Indonesia masih rendah. Berdasarkan laporan BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2021 hanya terdapat 179 kasus PAK yang dilaporkan dari total pekerja Indonesia pada 2024 yang berjumlah lebih dari 143 juta orang. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya kompetensi dokter dalam mendiagnosis PAK. Dokter umum pada layanan primer memiliki harus dapat menegakkan diagnosis 21 jenis PAK sesuai Konsensus Tatalaksana PAK. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi dokter dalam bidang kedokteran kerja menjadi kebutuhan mendesak. Seiring dengan diterapkannya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk dokter perusahaan sesuai Kepmenaker Nomor 159 Tahun 2016, pelatihan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan kompetensi tersebut. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dokter dalam menerapkan peraturan K3, melakukan diagnosis PAK, dan mengelola risiko kesehatan tenaga kerja sesuai dengan standar nasional dan internasional. Melalui pelatihan ini, diharapkan dokter perusahaan mampu menjalankan fungsi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif berbasis risiko dalam pelayanan kesehatan kerja. Dengan demikian, dokter dapat berkontribusi dalam upaya perlindungan tenaga kerja secara menyeluruh, sekaligus memenuhi persyaratan regulasi K3 di Indonesia.

  • Webinar “Menciptakan Tenaga Kesehatan yang Mindful dan Sehat Menuju Indonesia Emas 2045”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Dalam rangka memperingati memperingati Bulan K3 tanggal 12 Januari sampai dengan 12 Februari 2025, PT Utama Padma Qualiti menyelenggarakan webinar bertajuk “Menciptakan Tenaga Kesehatan yang Mindful dan Sehat Menuju Indonesia Emas 2045” Acara ini didukung oleh narasumber yang juga aktif di PERDOKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia) dan FKIK Ukrida. Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya menjaga kesehatan untuk mencapai produktivitas yang optimal dan inovatif di tempat kerja. Indonesia yang kuat tidak akan tercapai jika kesehatan jiwa dan badannya bangsanya tidak terjaga, sesuai dengan semangat dalam lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang berbunyi “…bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.” Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya Tenaga Kesehatan yang kompeten, merupakan kunci dalam menjalankan SMK3 secara efektif. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya pemahaman K3 di kalangan tenaga kesehatan, minimnya pelatihan kompetensi secara berkala, kurangnya dukungan manajerial untuk pengembangan kapasitas SDM serta  kurangnya kesadaran  pekerja sendiri untuk terus menerus menjaga kesehatan fisik dan mentalnya selama bekerja. Pengembangan budaya K3 dengan mendorong setiap individu di tempat kerja untuk memahami dan mempraktikkan prinsip-prinsip K3 dalam aktivitas sehari-hari serta menerapkan menerapkan budaya sehat fisik & mental bagi diri sendiri dan rekan kerja. Penguatan kapasitas SDM akan membawa dampak signifikan dalam implementasi SMK3. Pekerja yang terlatih, terutama tenaga kesehatan,  dapat bekerja lebih energik, penuh motivasi dan berinisitif tinggi, mampu mengidentifikasi bahaya dengan lebih dini, mengambil tindakan proaktif, dan memastikan bahwa semua prosedur dijalankan sesuai standar. Hal ini akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, positif dan produktif.  Peristiwa pandemic Covid-19 telah menjadi pelajaran berharga bagi kita, pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan raga bagi Tenaga Kesehatan ini. Kegiatan ini didukung oleh narasumber dari bidang ilmu jantung, ilmu kedokteran okupasi, neuroscience dan ilmu jiwa. Narasumber dengan kompetensi di bidang kajian neuroscience akan mengupas tentang pentingnya mindfulness bagi para tenaga kesehatan; ilmu jantung akan menelisik tentang Peningkatan Kesehatan di Tempat Kerja dengan Upaya Psikopreventif Jantung: Narasumber dengan kompetensi kedokteran okupasi akan mengupas dari sudut kedokteran okupasi tentang pentingnya Medical Check Up berbasis okupasi untuk deteksi dini kesehatan pekerja; selanjutnya narasumber di bidang ilmu jiwa akan memaparkan tentang bagaimana menjaga supaya kesehatan mental tetap optimal.  Add to calendar

  • Webinar “Strategi Efisiensi dan Transformasi Digital Fasyankes melalui Blueprint Sistem Informasi Kesehatan”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Di era transformasi digital, sektor kesehatan dituntut memberikan layanan cepat, akurat, terintegrasi, dan efisien, namun implementasi Sistem Informasi Manajemen Fasyankes (SIM-Fasyankes) masih menghadapi tantangan besar, dengan hanya 15–20% yang berhasil optimal. Hambatan utama meliputi masalah integrasi sistem, kurangnya pelatihan, resistensi pengguna, perencanaan yang kurang matang, dan kerugian finansial akibat kegagalan proyek. Blueprint SIM-Fasyankes hadir sebagai peta jalan strategis untuk menyelaraskan kebutuhan operasional dengan teknologi, mengurangi biaya implementasi hingga 30–45%, mempercepat ROI, meningkatkan efisiensi kerja hingga 30%, dan meningkatkan kepuasan pengguna. Transformasi digital perlu dikelola melalui pendekatan Sistem Manajemen Mutu (SMM) agar setiap langkah terukur dan berkelanjutan. Webinar “Strategi Efisiensi dan Transformasi Digital Fasyankes melalui Blueprint Sistem Informasi Kesehatan” dirancang untuk memberikan wawasan dan panduan praktis terkait penyusunan blueprint, strategi implementasi, solusi atas tantangan SIM-Fasyankes, serta peningkatan kesiapan SDM dan infrastruktur, sehingga Fasyankes dapat mencapai efisiensi, integrasi, dan keberlanjutan layanan digital.

  • Webinar “Peningkatan Kompetensi SDM di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam mengimplementasikan RME Rekam Medis Elektronik (RME) berdasar Permenkes No. 24 Tahun 2022”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Transformasi digital kesehatan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas layanan, dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022 sebagai dasar penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) dan integrasi data nasional melalui Platform Satu Sehat. Namun, implementasi menghadapi tantangan berupa kurangnya pemahaman, resistensi perubahan, keterbatasan literasi digital, infrastruktur yang belum memadai, kekhawatiran keamanan data, dan keterbatasan pendanaan. Keberhasilan RME tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan dan kompetensi SDM, termasuk pemahaman regulasi, manajemen perubahan, kolaborasi lintas profesi, serta mitigasi risiko operasional. Webinar ini bertujuan membangun kompetensi strategis dan adaptif SDM agar mampu mendukung implementasi RME secara optimal sesuai regulasi.

  • Webinar “ Transformasi Layanan Kesehatan: Mewujudkan Smart Health Society Berbasis Teknologi Dan Satu Data Kesehatan Yang Terintegrasi”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Kesehatan adalah fondasi pembangunan berkelanjutan, dan transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan layanan yang inklusif, efisien, dan responsif. Smart Health Society (SHS) hadir sebagai solusi integratif yang memadukan teknologi, kebijakan, dan SDM untuk membangun ekosistem layanan kesehatan berbasis data sesuai amanat UU No. 17 Tahun 2023 tentang Satu Data Kesehatan. Teknologi seperti IoT, Big Data, dan AI mendukung pengelolaan data yang terpusat dan layanan kesehatan yang prediktif dan personal. Keberhasilan transformasi ini juga bergantung pada kesiapan SDM serta kesehatan mental tenaga kesehatan, sehingga pendekatan mindfulness menjadi penting. Webinar ini menghadirkan wawasan strategis bagi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dengan membahas strategi teknologi, kebijakan dan regulasi, peran mindfulness, serta peningkatan kompetensi SDM. Diharapkan webinar ini menjadi platform kolaborasi untuk mewujudkan layanan kesehatan digital yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan di Indonesia.

  • Webinar “Bangkit Bersama Memutus Mata Rantai TBC di Tempat Kerja”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya Tenaga Kesehatan yang kompeten, merupakan kunci dalam menjalankan SMK3 secara efektif. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya pemahaman K3 di kalangan tenaga kesehatan, minimnya pelatihan kompetensi secara berkala, kurangnya dukungan manajerial untuk pengembangan kapasitas SDM serta kurangnya kesadaran pekerja sendiri untuk terus menerus menjaga kesehatan selama bekerja. Pengembangan budaya K3 dengan mendorong setiap individu di tempat kerja untuk memahami dan mempraktikkan prinsip-prinsip K3 dalam aktivitas sehari-hari serta menerapkan menerapkan budaya sehat fisik & mental bagi diri sendiri dan rekan kerja. Penguatan kapasitas SDM akan membawa dampak signifikan dalam implementasi SMK3. Pekerja yang terlatih, terutama tenaga kesehatan, dapat bekerja lebih energik, penuh motivasi dan berinisitif tinggi, mampu mengidentifikasi bahaya dengan lebih dini, mengambil tindakan proaktif, dan memastikan bahwa semua prosedur dijalankan sesuai standar. Hal ini akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, positif dan produktif. Peristiwa pandemic Covid-19 telah menjadi pelajaran berharga bagi kita, pentingnya menjaga kesehatan bagi Tenaga Kesehatan ini. Kegiatan webinar ini didukung oleh narasumber dari bidang ilmu kedokteran okupasi, ence dan ilmu penyakit dalam (paru). Narasumber dengan kompetensi kedokteran okupasi akan mengupas dari sudut kedokteran okupasi tentang pentingnya Medical Check Up berbasis okupasi untuk deteksi dini TBC pekerja serta laik kerja pada pasca TBC; selanjutnya narasumber di bidang ilmu penyakit dalam (paru) akan bicara tentang update terapi TBC terkini di tempat kerja.

  • Webinar “Strategi Jitu Menyusun Unit Cost & Tarif Fasyankes: Kunci Efisiensi dan Profit”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    “Optimalkan Tarif, Maksimalkan Mutu: Strategi Cerdas Perhitungan Unit Cost di Fasilitas Kesehatan” Dalam dunia pelayanan kesehatan, keseimbangan antara tarif layanan yang wajar dan mutu pelayanan yang optimal adalah kunci utama bagi keberlanjutan fasilitas kesehatan. Slogan “Optimalkan Tarif, Maksimalkan Mutu: Strategi Cerdas Perhitungan Unit Cost di Fasilitas Kesehatan” mencerminkan tujuan utama webinar ini, yaitu memberikan pemahaman yang komprehensif dan aplikatif dalam menyusun Unit Cost secara akurat serta menetapkan tarif layanan yang rasional dan kompetitif. Melalui pendekatan berbasis data, analisis biaya yang tepat, serta strategi penetapan tarif yang selaras dengan regulasi dan daya beli pasien, fasilitas pelayanan kesehatan dapat meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengorbankan mutu layanan. Webinar ini akan membahas metode perhitungan Unit Cost yang dapat diterapkan di berbagai Fasyankes, dari rumah sakit hingga praktik mandiri dokter, serta bagaimana manajemen mutu berperan dalam memastikan efisiensi biaya tetap sejalan dengan standar pelayanan yang tinggi. Dengan menghadirkan narasumber ahli di bidang manajemen keuangan Fasyankes, akuntansi biaya, dan teknologi informasi, webinar ini tidak hanya memberikan wawasan teoretis tetapi juga solusi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan tarif layanan kesehatan. Mari bersama-sama merancang strategi keuangan yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan demi mutu layanan kesehatan yang lebih baik bagi semua!

  • Webinar “Neurosurgical Challenges in Brain Tumor Management”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Tumor otak merupakan salah satu masalah kesehatan yang kompleks dan menantang dalam dunia kedokteran. Penatalaksanaan tumor otak membutuhkan pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang spesialisasi, seperti bedah saraf, patologi anatomi, dan radiologi. Kompleksitas diagnosis, teknik pembedahan, dan pemilihan terapi yang tepat menjadi tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien dengan tumor otak. Dalam praktik klinis, penatalaksanaan tumor otak menghadirkan tantangan besar, mulai dari proses diagnosis yang memerlukan pemeriksaan molekuler dan histopatologi mendalam, hingga teknik bedah saraf yang presisi dan aman. Selain itu, pemanfaatan neuroimaging sebagai alat penunjang diagnosis juga memainkan peran penting dalam menentukan tata laksana yang optimal. Seiring dengan berkembangnya ilmu kedokteran modern, berbagai teknik baru dalam bedah saraf dan diagnostik tumor otak terus dikembangkan guna meningkatkan akurasi diagnosis dan efektivitas terapi. Oleh karena itu, penting bagi para tenaga medis, khususnya dokter umum dan spesialis, untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan terbaru dalam manajemen tumor otak. Sebagai bagian dari upaya mendukung Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan PT Utama Padma Qualiti, dengan dukungan dari Continuing Medical Education (CME), Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti menyelenggarakan webinar dengan tema Neurosurgical Challenges in Brain Tumor Management. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait tantangan dalam tata laksana tumor otak, baik dari aspek bedah saraf, diagnostik molekuler, histopatologi, maupun neuroimaging. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam menghadapi tantangan klinis yang kompleks terkait tumor otak.

  • Webinar “Peran Monitoring Biologis dan Pengujian Laboratorium dalam Tinjauan Risiko Kesehatan Akibat Pajanan Bahan Kimia di Tempat Kerja”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Webinar “Peran Monitoring Biologis dan Pengujian Laboratorium dalam Tinjauan Risiko Kesehatan Akibat Pajanan Bahan Kimia di Tempat Kerja” diselenggarakan oleh PT Utama Padma Qualiti untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan kerja dalam mendukung produktivitas. Paparan bahan kimia di tempat kerja sering luput dari perhatian, sehingga monitoring biologis dan pengujian laboratorium menjadi kunci deteksi dini dan pencegahan penyakit akibat kerja. Dengan narasumber dari PERDOKI dan FKIK Ukrida, webinar ini membahas peran tenaga kesehatan, kesadaran risiko bahan kimia, tatalaksana monitoring biologis terkini, serta penerapan prinsip K3 dan SMK3. Kegiatan ini bertujuan membantu tenaga kesehatan dan praktisi K3 membangun budaya kerja yang sehat, aman, dan produktif.

  • Webinar “Tatalaksana Hiperbilirubinemia pada Bayi”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Hiperbilirubinemia adalah kondisi klinis yang sering dijumpai pada neonatus, dialami oleh lebih dari 60% bayi cukup bulan dan 80% bayi prematur. Meski sebagian besar bersifat fisiologis, kasus yang tidak terdeteksi atau tidak ditangani tepat dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kernikterus dan ensefalopati bilirubin akut. Tantangan di lapangan meliputi keterlambatan diagnosis, stratifikasi risiko yang tidak tepat, dan keterlambatan tindakan terapeutik. Dengan kemajuan ilmu kedokteran, manajemen hiperbilirubinemia kini mengandalkan skrining universal, nomogram bilirubin berbasis usia, dan algoritme klinis berbasis risiko. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam mengenali ikterus, membedakan hiperbilirubinemia fisiologis dan patologis, serta menerapkan pedoman terkini untuk monitoring, fototerapi, dan indikasi transfusi tukar.

  • Webinar “Kebangkitan Mental Bangsa : Kajian Kritis Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan Di Indonesia”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ke-117, PT Utama Padma Qualiti menyelenggarakan webinar “Kebangkitan Mental Bangsa: Kajian Kritis Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan di Indonesia” untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan fisik tenaga kesehatan sebagai fondasi produktivitas dan kebangkitan bangsa. Webinar ini membahas tantangan seperti minimnya pelatihan, rendahnya pemahaman budaya K3, dan lemahnya dukungan manajerial, serta menawarkan solusi melalui pendekatan neurosains, psikopreventif jantung berbasis Candra Jiwa, kedokteran okupasi, dan strategi pencegahan kemerosotan mental. Dengan menghadirkan pakar lintas disiplin, kegiatan ini mendorong terwujudnya budaya kerja sehat dan penerapan SMK3 yang efektif.

  • Webinar “Deteksi Dan Intervensi Dini Mengenali Masalah Sebelum Terjadi Gangguan Tumbuh Kembang Anak”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Pembangunan kesehatan anak adalah investasi penting bagi kualitas generasi masa depan, terutama pada masa golden age (0–5 tahun) yang merupakan fase perkembangan pesat. Gangguan pada fase ini perlu dideteksi dan ditangani sejak dini agar tidak berdampak permanen. Layanan kesehatan primer berperan krusial dalam deteksi dan intervensi dini, sehingga tenaga kesehatan perlu kompetensi berbasis ilmu mutakhir dan standar pelayanan. PT Utama Padma Qualiti bersama Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti melalui program CME menyelenggarakan webinar “Deteksi dan Intervensi Dini Mengenali Masalah Sebelum Terjadi Gangguan Tumbuh Kembang Anak” sebagai edukasi berkelanjutan bagi dokter dan tenaga kesehatan. Dengan pendekatan evidence-based dan narasumber ahli, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan praktis, dan mutu layanan kesehatan anak di tingkat primer, sekaligus mendukung agenda nasional penguatan layanan primer yang bermutu dan terintegrasi.

  • Webinar “Interpretasi pemeriksaan Urinalisa dan Hematologi Rutin untuk Praktek Sehari-hari”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Transformasi sistem kesehatan nasional menuntut tenaga kesehatan terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan, termasuk dalam pemanfaatan pemeriksaan laboratorium dasar seperti urinalisa dan hematologi rutin. Kedua pemeriksaan ini penting untuk menilai kondisi pasien secara cepat dan ekonomis, namun interpretasi hasil sering kali kurang optimal, menyebabkan risiko salah diagnosis atau terapi yang tidak tepat. Masih terdapat kesenjangan pemahaman antara dokter, ATLM, dan perawat terkait makna klinis hasil laboratorium, sehingga koordinasi dan pemanfaatannya belum maksimal. Webinar ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman lintas profesi melalui pembekalan teori, analisis kasus, dan diskusi klinis interaktif, guna memperkuat koordinasi, meningkatkan efektivitas layanan, dan memastikan keselamatan pasien.

  • Webinar “Kesehatan Mental Pekerja: Peran Kedokteran Okupasi dalam Membangun Well-being di Tempat Kerja”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Kesehatan mental merupakan komponen penting dari kesehatan secara keseluruhan, dan tekanan psikis yang terus-menerus di tempat kerja dapat memicu stres kronis, burnout, hingga gangguan mental serius yang berdampak pada produktivitas, absensi, dan keselamatan kerja. Transformasi sistem kesehatan nasional menempatkan kesehatan kerja, termasuk aspek mental, sebagai prioritas promotif dan preventif, sehingga peran kedokteran okupasi menjadi strategis dalam deteksi dini dan penanganan berbasis bukti. Namun, kapasitas tenaga kesehatan lintas profesi dalam mengenali tanda awal gangguan mental dan merancang intervensi masih beragam, ditambah tantangan kolaborasi yang belum optimal. Menjawab kebutuhan ini, PT Utama Padma Qualiti bersama Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti menyelenggarakan webinar bertema “Kesehatan Mental Pekerja: Peran Kedokteran Okupasi dalam Membangun Well-being di Tempat Kerja” untuk memperbarui pengetahuan dan memperkuat kompetensi tenaga kesehatan. Dengan topik utama deteksi dini stres kerja, burnout, gangguan mental, dan strategi manajemen kesehatan mental di tempat kerja, webinar ini menjadi sarana edukasi, advokasi, dan kolaborasi untuk mewujudkan sistem kesehatan kerja yang mendukung kesejahteraan pekerja sekaligus memperkuat pilar transformasi SDM Kesehatan Indonesia.

  • Webinar “Peran Osteoimunologi dan Nutrisi dalam Manajemen Osteoporosis”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Transformasi sistem kesehatan nasional menuntut tenaga kesehatan terus meningkatkan kompetensi, termasuk dalam menghadapi tantangan kesehatan lansia seperti osteoporosis yang berdampak besar pada kualitas hidup dan risiko kecacatan. Osteoporosis memerlukan pendekatan multidisipliner dengan pemahaman tentang osteoimunologi—hubungan sistem imun dan metabolisme tulang—serta peran nutrisi seperti kalsium dan vitamin D untuk pencegahan dan pengelolaan. Menjawab kebutuhan ini, PT Utama Padma Qualiti bersama CME Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti menyelenggarakan webinar “Peran Osteoimunologi dan Nutrisi dalam Manajemen Osteoporosis” dengan menghadirkan pakar farmakologi, biomedik, dan gizi klinik. Webinar ini dirancang sebagai pembelajaran interprofesional berbasis bukti, melibatkan tenaga medis, nonmedis, dan mahasiswa, untuk mendukung layanan primer yang berkualitas, komprehensif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

  • Seminar “Pelayanan Prima : Peningkatan Budaya Kerja”

    Puskesmas Kebayoran Lama Jl. Ciputat Raya No.3B, RT.9/RW.8, Kby. Lama Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jakarta, Indonesia

    Puskesmas berperan penting sebagai layanan kesehatan tingkat pertama untuk memastikan akses yang bermutu, merata, dan responsif. Mutu layanan dipengaruhi tidak hanya oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh perilaku, sikap kerja, dan interaksi petugas. Pelayanan berfokus pada pasien menuntut komunikasi empatik, profesionalisme, dan kerja sama tim. Sejalan dengan standar akreditasi Puskesmas (KMK No. HK.01.07/MENKES/165/2023), aspek perilaku kerja dan budaya pelayanan menjadi indikator peningkatan mutu. Karena itu, diperlukan seminar edukatif untuk memperkuat nilai budaya kerja seperti kesantunan, kepedulian, integritas, dan kolaborasi. Kegiatan ini bertujuan membekali pegawai dengan konsep pelayanan prima serta rencana aksi perbaikan perilaku kerja guna meningkatkan mutu layanan masyarakat.

  • Webinar “Transformasi Tata Kelola Rumah Sakit: Penggunaan Ai Dan Dasbor Cerdas Untuk Efisiensi Manajemen Rumah Sakit”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Transformasi digital kesehatan nasional menjadi prioritas melalui UU No. 17/2023 dan PP No. 28/2024 yang mendorong integrasi data lewat platform SATUSEHAT. Rumah sakit dituntut tidak hanya menjalankan fungsi klinis, tetapi juga mengelola sumber daya berbasis data dengan dukungan AI dan dasbor cerdas. Namun, tantangan masih besar, mulai dari fragmentasi data, kualitas data rendah, pemanfaatan analitik yang minim, lemahnya tata kelola, hingga keterbatasan infrastruktur dan SDM. Padahal data rumah sakit memiliki nilai strategis bila dikelola dengan benar dan dikaitkan dengan KPI. Untuk menjawab hal ini, PT Utama Padma Qualiti mengadakan webinar nasional guna membangun kesiapan kepemimpinan rumah sakit di era AI, menyediakan kerangka implementasi dasbor cerdas, serta menyusun strategi optimalisasi data dan infrastruktur digital. Webinar ini menjadi ruang belajar bersama bagi pimpinan, manajer TI, kepala unit mutu, dan pemangku kebijakan dalam mewujudkan rumah sakit berbasis pengetahuan yang efisien, adaptif, dan sejalan dengan transformasi kesehatan nasional.

  • Webinar “Penerapan K3 di Puskesmas dan Rumah Sakit: “Strategi Mewujudkan Fasilitas Kesehatan yang Aman dan Responsif”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan pilar penting dalam menciptakan layanan kesehatan yang aman dan berkelanjutan, namun penerapannya di puskesmas dan rumah sakit masih menghadapi tantangan seperti belum terbentuknya Tim K3 aktif, kurangnya pelatihan berkala, prosedur pelaporan insiden yang belum optimal, dan keterbatasan APD, terutama di daerah terpencil. Data Kemenkes 2023 menunjukkan banyak insiden kerja tidak dilaporkan dan program K3 belum terjadwal di sebagian besar fasilitas kesehatan. Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Utama Padma Qualiti menyelenggarakan webinar bertema “Penerapan K3 di Puskesmas dan Rumah Sakit: Strategi Mewujudkan Fasilitas Kesehatan yang Aman dan Responsif” guna meningkatkan pemahaman regulasi, memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, serta mendorong sinergi antar fasilitas. Kegiatan ini dirancang interaktif melalui pemaparan teori, analisis kasus, dan diskusi, sehingga diharapkan mampu mendukung transformasi kesehatan nasional, meningkatkan mutu layanan, serta menciptakan budaya kerja yang aman, responsif, dan berkelanjutan.

  • Seminar “Nutrition Goes to Workplace: Role of Nutrition in Mining Sector”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Pneumokoniosis, penyakit paru akibat paparan debu mineral jangka panjang di sektor pertambangan, konstruksi, dan industri, masih menjadi tantangan serius karena bersifat progresif, tidak dapat disembuhkan, dan berdampak pada kualitas hidup pekerja serta produktivitas. Selama ini pengendalian lebih difokuskan pada lingkungan kerja dan APD, padahal intervensi gizi seimbang terbukti dapat menjaga kesehatan paru, meningkatkan daya tahan, mengurangi inflamasi, dan memperbaiki status gizi pekerja. Sayangnya, pemahaman tentang peran nutrisi dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit paru akibat kerja masih terbatas, sehingga perlu diperkuat melalui Seminar “Nutrition Goes to Workplace: Role of Nutrition in Mining Sector” sebagai wadah ilmiah untuk meningkatkan kesadaran dan kolaborasi lintas sektor dalam merancang strategi gizi pekerja yang komprehensif, integratif, dan berkelanjutan.

  • Webinar “Triage dan Advanced Life Support: Meningkatkan Respons Klinis dalam Situasi Gawat Darurat”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Perkembangan ilmu kedokteran menuntut tenaga medis terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan, terutama dalam penanganan gawat darurat yang membutuhkan keputusan cepat, tepat, dan berbasis evidence. Kompetensi triage dan advanced life support (ALS) menjadi kunci dalam menentukan prioritas pasien serta menyelamatkan nyawa pada kondisi kritis, sehingga perlu dilatih secara berkesinambungan. Untuk mendukung hal ini, CME Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti menyelenggarakan Webinar Mini Simposium bertema “Triage dan Advanced Life Support: Meningkatkan Respons Klinis dalam Situasi Gawat Darurat” dengan menghadirkan pakar spesialistik dan preklinik. Webinar ini membahas dua topik utama, yaitu triage dalam BLS & ACLS serta intubasi dan penyegaran obat emergensi di IGD, guna memperkaya wawasan, meningkatkan keterampilan praktis, dan membangun kepercayaan diri dokter umum dalam merespons kondisi kritis sesuai standar, sehingga mutu pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan.

  • Webinar “Transformasi Layanan Rumah Sakit: Optimalisasi Sumber Daya dan Human Capital untuk Mutu Berkelanjutan di Fasyankes”

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Pelayanan kesehatan di Indonesia tengah bertransformasi melalui enam pilar utama sesuai UU No. 17/2023, yang menuntut Fasyankes beradaptasi agar layanan tetap aman, bermutu, merata, dan terjangkau. Teknologi seperti telemedicine, rekam medis elektronik, dan AI memberi peluang peningkatan mutu, namun masih ada tantangan berupa akses yang belum merata, keterbatasan SDM kompeten, dan kebutuhan integrasi data. Mutu layanan ditentukan oleh tata kelola, efisiensi, infrastruktur, keselamatan pasien, serta kepuasan masyarakat, dengan SDM sebagai faktor kunci melalui penguatan human capital yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Di sisi lain, mekanisme pembiayaan seperti kapitasi di FKTP dan INA-CBGs di rumah sakit berimplikasi pada mutu, efisiensi, dan kepuasan pasien, sehingga diperlukan pemahaman tata kelola tarif JKN maupun non-JKN berbasis perhitungan unit cost yang adil dan transparan. Webinar ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pengelola dan tenaga kesehatan dalam pengembangan human capital, pemanfaatan teknologi, serta strategi pembiayaan guna mewujudkan budaya mutu berkelanjutan di era transformasi kesehatan.

  • Webinar Daring : Aspek Kardiorespirasi dan Kulit Pekerja Kebersihan Publik (Cardiorespiratory and Skin Aspects of Public Cleaning Workers)

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Pekerja kebersihan publik berperan penting menjaga kebersihan kota, namun berisiko tinggi terhadap gangguan kardiorespirasi akibat paparan debu, asap kendaraan, dan aktivitas fisik berat, serta masalah kulit akibat kontak dengan bahan kimia, mikroorganisme, dan sinar matahari. Kurangnya penggunaan alat pelindung diri memperburuk risiko ini. Untuk meningkatkan kesadaran dan solusi, PT Utama Padma Qualiti mengadakan Webinar Aspek Kardiorespirasi dan Kulit Pekerja Kebersihan Publik dalam rangka ATOMS 4, menghadirkan pakar dari bidang Farmakologi, Biomedik, dan Gizi guna membahas risiko, strategi pencegahan, dan penguatan kebijakan kesehatan kerja bagi pekerja kebersihan publik.

  • Webinar Daring : Aspek THT dan Muskuloskeletal Petugas Kebersihan Publik (Otorhinolaryngology and Musculoskeletal Aspects of Public Cleaning Workers)

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Petugas kebersihan publik rentan terhadap gangguan THT akibat paparan polusi, debu, asap kendaraan, dan bahan kimia, serta masalah muskuloskeletal karena aktivitas fisik berat dan postur kerja yang tidak ergonomis. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas dan berisiko menimbulkan gangguan kronis bila tidak ditangani. Untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan kesehatan kerja, PT Utama Padma Qualiti mengadakan Webinar THT dan Muskuloskeletal Petugas Kebersihan Publik dalam rangka ATOMS 4, menghadirkan pakar Farmakologi, Biomedik, dan Gizi untuk membahas pencegahan, deteksi dini, serta strategi kebijakan kesehatan bagi pekerja kebersihan publik.

  • Webinar DAring : Aspek Vitamin D dan Psikososial Petugas Kebersihan Publik (The Aspects of Vitamin D and Psychosocial Factors for Public Cleaning Workers)

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Petugas kebersihan publik berisiko mengalami defisiensi vitamin D meski bekerja di luar ruangan karena pakaian tertutup, jam kerja tidak optimal untuk paparan sinar matahari, dan asupan gizi kurang. Kondisi ini dapat memicu nyeri otot, gangguan imun, dan risiko penyakit kronis. Mereka juga menghadapi tekanan psikososial akibat stigma sosial, kurangnya apresiasi, dan stres kerja, yang berdampak pada kesehatan mental dan produktivitas. Untuk membahas hal ini, PT Utama Padma Qualiti melalui ATOMS 4 menyelenggarakan Simposium Risiko Kesehatan Sesi 3: "The Aspects of Vitamin D and Psychosocial Factors for Public Cleaning Workers," menghadirkan pakar Farmakologi, Biomedik, dan Gizi guna membahas pencegahan, intervensi, dan kebijakan kesehatan kerja bagi petugas kebersihan publik.

  • Seminar Luring : Integrating Mental Health into Medical Practice: From Workforce Sustainability, Occupational Safety, and National Policy to Ethical Clinical Practice”

    Auditorium FK Trisakti Jl. Kyai Tapa No.260 Kampus B, Tomang, Kec. Grogol - Petamburan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Tenaga medis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan menghadapi tantangan besar yang berdampak pada kesehatan mental, seperti beban kerja tinggi, tekanan psikososial, keterbatasan sumber daya, dan dilema etik, yang berkontribusi pada meningkatnya stres, burnout, kecemasan, hingga depresi pasca pandemi COVID-19. Kondisi ini memengaruhi kesejahteraan individu, keselamatan kerja, keberlanjutan tenaga medis, dan mutu layanan, namun sering terabaikan akibat stigma dan minimnya dukungan. Karena itu, integrasi kesehatan mental ke dalam praktik kedokteran menjadi penting melalui pendekatan individu, institusi, dan kebijakan publik yang menekankan pencegahan, penanganan, keselamatan kerja, serta etika medis. Seminar ini dirancang untuk memperkuat pemahaman, membahas regulasi, dan merumuskan strategi praktis dalam mendukung kesejahteraan tenaga medis sekaligus menjaga kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

  • Seminar Luring : Multidisciplinary Perspectives on Mental Health: From Psychosomatic to Nutrition

    Auditorium FK Trisakti Jl. Kyai Tapa No.260 Kampus B, Tomang, Kec. Grogol - Petamburan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Kesehatan mental menjadi isu global serius dengan lebih dari 1 miliar orang terdampak menurut WHO, termasuk 9,8% penduduk Indonesia yang mengalami gangguan mental emosional. Masalah ini kompleks karena melibatkan hubungan antara kondisi psikologis dan fisik seperti pada konsep psikosomatik, di mana stres dan kecemasan bisa memicu gejala tubuh, sementara penyakit kronis memperburuk kondisi mental. Nutrisi juga berperan besar, karena kekurangan vitamin D, B12, zat besi, zinc, dan omega-3 terbukti memengaruhi fungsi otak dan emosi, sedangkan pola makan sehat seperti diet Mediterania menurunkan risiko gangguan mental. Karena itu, subtema “Multidisciplinary Perspectives on Mental Health: From Psychosomatic to Nutrition” dipilih untuk menekankan pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam memahami dan menangani kesehatan mental secara menyeluruh, dengan tujuan memperkuat kolaborasi antarprofesi serta meningkatkan efektivitas upaya promotif, preventif, dan kuratif.

  • Seminar Luring : Integrative Approaches to Mental Health: Patients, Families, and Healthcare Providers

    Auditorium FK Trisakti Jl. Kyai Tapa No.260 Kampus B, Tomang, Kec. Grogol - Petamburan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Gangguan kesehatan mental terus meningkat secara global, memengaruhi hampir 1 dari 8 orang di dunia. Di Indonesia, 9,8% penduduk usia 15 tahun ke atas mengalami gangguan mental emosional, dan sekitar 7 per 1.000 rumah tangga memiliki anggota dengan gangguan jiwa berat. Masalah ini berdampak pada pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan yang saling terkait dalam proses perawatan. Pendekatan integratif dibutuhkan untuk menggabungkan terapi medis, psikologis, dukungan keluarga, dan program kesehatan bagi tenaga medis agar tercipta sistem perawatan yang efektif dan berkelanjutan. Subtema “Integrative Approaches to Mental Health: Patients, Families, and Healthcare Providers” dipilih untuk menegaskan pentingnya kolaborasi multidisiplin, memperkuat peran keluarga, dan membangun ketahanan tenaga kesehatan guna mewujudkan penanganan kesehatan mental yang holistik dan berbasis bukti.

  • Webinar Transformasi Tata Kelola Rumah Sakit : Strategi Menentukan dan Meraih Keunggulan Kompetitif Menuju Rumah Sakit Berbasis Kompetensi

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Sektor pelayanan kesehatan di Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang signifikan. Penerapan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Sistem Kesehatan Nasional menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola rumah sakit melalui pengembangan Rumah Sakit Berbasis Kompetensi (RSBK). Kebijakan ini diarahkan untuk menciptakan sistem kesehatan yang efektif, merata, dan berdaya saing, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang sesuai kebutuhan klinis dengan mutu yang terjamin. Dalam kerangka RSBK, rumah sakit tidak hanya dituntut memberikan pelayanan medis yang aman dan bermutu, tetapi juga harus memiliki kompetensi inti yang jelas, terukur, dan diakui sebagai keunggulan dibanding penyedia layanan kesehatan lainnya. Implementasi RSBK diharapkan mendorong jejaring rujukan yang lebih efisien, pemerataan layanan spesialistik, serta penguatan kapasitas dan daya saing rumah sakit di tingkat nasional. Namun, proses transformasi menuju RSBK menghadapi berbagai tantangan. Banyak rumah sakit yang belum memiliki peta jalan pengembangan layanan berbasis data epidemiologi, analisis kebutuhan populasi, maupun kesiapan sumber daya internal. Hal ini menyebabkan pengembangan layanan unggulan sering kali kurang terarah dan berisiko tidak berkelanjutan. Di sisi lain, persaingan antar rumah sakit semakin ketat, menuntut strategi positioning yang tepat agar rumah sakit dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan tetap relevan di tengah dinamika industri kesehatan. Menyadari kompleksitas dan urgensi tantangan tersebut, diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai arah kebijakan nasional, tata cara penentuan layanan unggulan berbasis kompetensi, serta strategi membangun daya saing yang berkelanjutan. Rumah sakit perlu merancang roadmap layanan berbasis kompetensi bukan sekadar untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk memperkuat daya saing, meningkatkan keberlanjutan usaha, dan memperluas jejaring rujukan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Webinar “Strategi Menentukan dan Meraih Keunggulan Kompetitif Menuju RSBK” diselenggarakan sebagai forum edukasi, sosialisasi, dan diskusi interaktif. Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidang regulasi, manajemen rumah sakit, dan pengembangan daya saing untuk memberikan pengetahuan, strategi, dan praktik terbaik yang dapat diadopsi oleh pimpinan rumah sakit serta pemangku kepentingan. Diharapkan melalui kegiatan ini, rumah sakit mampu merumuskan langkah konkret menuju RSBK yang relevan, unggul, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi sistem kesehatan nasional. Peningkatan kapasitas pimpinan dan tenaga kesehatan dalam memahami dan menerapkan prinsip RSBK menjadi langkah penting untuk memastikan rumah sakit mampu bersaing, memberikan layanan yang relevan, serta mendukung keberhasilan transformasi sistem kesehatan nasional.

  • Health Emergency Management: Building Clinical and Community Resilience from Preparedness to Recovery

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Frekuensi dan dampak bencana alam serta bencana akibat aktivitas manusia terus meningkat. Perubahan iklim, urbanisasi tidak terencana, degradasi lingkungan, dan risiko teknologi memperluas ancaman terhadap masyarakat. Dampaknya tidak hanya pada keselamatan jiwa, tetapi juga pada sistem kesehatan, stabilitas sosial, dan kemampuan komunitas untuk pulih. Sektor kesehatan berperan sebagai garda terdepan, namun masih menghadapi keterbatasan sumber daya, koordinasi, sistem informasi, kompetensi manajemen krisis, serta literasi kebencanaan. Kompleksitas krisis menuntut pendekatan yang lebih integratif dan adaptif. Mahasiswa dan tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam seluruh siklus manajemen bencana, dari kesiapsiagaan hingga pemulihan. Peran ini mencakup kemampuan klinis, komunikasi risiko, pengelolaan sumber daya, dan pemberdayaan komunitas. Pengalaman pandemi COVID 19 menunjukkan pentingnya sinergi antara fasilitas kesehatan dan komunitas. Webinar Health Emergency Management menjadi wadah penting untuk memperkuat kapasitas tersebut melalui diskusi ilmiah, studi kasus, dan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini diharapkan membangun jejaring dan ketangguhan kolektif agar sistem kesehatan lebih responsif dan berkelanjutan.

  • Pelatihan Manajemen Puskesmas (MP) Angkatan 1

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Pelatihan Manajemen Puskesmas diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas pengelola Puskesmas dalam menghadapi kebijakan Transformasi Sistem Kesehatan, khususnya pada penguatan pelayanan kesehatan primer. Puskesmas memiliki peran strategis dalam menyelenggarakan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif berbasis kebutuhan masyarakat di wilayah kerja sesuai Permenkes Nomor 19 Tahun 2024. Pelatihan ini mendukung penerapan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer yang menekankan pelayanan berbasis siklus hidup dan integrasi lintas program, klaster, serta jejaring pelayanan. Peserta dibekali kemampuan manajemen kepemimpinan, data, keuangan, sumber daya, upaya kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan manajemen mutu agar Puskesmas mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelayanan secara terintegrasi. Melalui metode pembelajaran daring, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi manajerial Kepala Puskesmas, penanggung jawab klaster, dan staf manajemen tanpa mengganggu pelayanan. Hasil akhir yang diharapkan adalah Puskesmas yang dikelola secara efektif, berbasis data, dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.

  • Pelatihan Manajemen Puskesmas (MP) Angkatan 2

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Pelatihan Manajemen Puskesmas diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas pengelola Puskesmas dalam menghadapi kebijakan Transformasi Sistem Kesehatan, khususnya pada penguatan pelayanan kesehatan primer. Puskesmas memiliki peran strategis dalam menyelenggarakan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif berbasis kebutuhan masyarakat di wilayah kerja sesuai Permenkes Nomor 19 Tahun 2024. Pelatihan ini mendukung penerapan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer yang menekankan pelayanan berbasis siklus hidup dan integrasi lintas program, klaster, serta jejaring pelayanan. Peserta dibekali kemampuan manajemen kepemimpinan, data, keuangan, sumber daya, upaya kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan manajemen mutu agar Puskesmas mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelayanan secara terintegrasi. Melalui metode pembelajaran daring, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi manajerial Kepala Puskesmas, penanggung jawab klaster, dan staf manajemen tanpa mengganggu pelayanan. Hasil akhir yang diharapkan adalah Puskesmas yang dikelola secara efektif, berbasis data, dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.

  • Layanan Primer: Garda Depan Perlindungan dan Penanganan KDRT serta Kekerasan Seksual

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    KDRT dan kekerasan seksual merupakan masalah global yang banyak tersembunyi karena stigma dan ketakutan korban. Dampaknya luas, mulai dari cedera fisik, gangguan mental, masalah kesehatan reproduksi jangka panjang, hingga kematian. Kekerasan ini juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan berisiko berulang lintas generasi. Indonesia telah memiliki landasan hukum kuat melalui UU PKDRT dan UU TPKS yang mewajibkan tenaga kesehatan memeriksa korban, membuat visum, melaporkan dugaan tindak pidana, serta menjamin hak korban atas layanan kesehatan dan pemulihan. Dalam praktik klinis, Permenkes Nomor 2 Tahun 2025 menegaskan peran layanan primer sebagai titik kontak pertama korban. Puskesmas dan klinik bertugas melakukan deteksi dini, pertolongan medis awal, konseling, serta rujukan medis dan medikolegal. Tantangan utama masih pada kesenjangan kompetensi tenaga kesehatan, terutama dalam forensik dasar, wawancara yang tidak menyudutkan, dan pelaporan aman. Webinar ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan layanan primer agar mampu menjalankan mandat hukum dan menjadi pintu awal pemulihan yang aman dan berkeadilan bagi korban.

  • Sistem Remunerasi Rumah Sakit dalam Kerangka Kebijakan Kesehatan dan Tata Kelola Pelayanan Kesehatan: Implementasi Permenkes Nomor 13 Tahun 2025, PMK Nomor 335 Tahun 2024, dan SK Direktur Jenderal Kesehatan Tahun 2025

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mengubah tata kelola sistem kesehatan nasional, termasuk pengelolaan SDM dan pembiayaan di rumah sakit. Rumah sakit wajib menerapkan sistem remunerasi yang adil, transparan, dan berbasis kinerja untuk mendukung mutu layanan, keselamatan pasien, perlindungan tenaga kesehatan, serta akuntabilitas organisasi. Kebijakan ini diperkuat melalui PMK Nomor 335 Tahun 2024, Permenkes Nomor 13 Tahun 2025, dan SK Direktur Jenderal Kesehatan Tahun 2025 yang mengatur prinsip, komponen penghasilan, serta peran direksi, komite remunerasi, SDM, keuangan, dan pengawasan internal dalam pengelolaan remunerasi. Dalam pelaksanaannya, banyak rumah sakit masih menghadapi kendala pemahaman regulasi, penyusunan struktur dan formula remunerasi yang terukur, keterbatasan data kinerja, serta integrasi fungsi SDM dan keuangan. Kondisi ini berisiko menurunkan motivasi tenaga kesehatan, memicu konflik internal, dan berdampak pada mutu layanan serta kepatuhan regulasi. Webinar Nasional Sistem Remunerasi Rumah Sakit diselenggarakan oleh LPPK PT Utama Padma Qualiti untuk meningkatkan pemahaman kebijakan, membahas model implementasi, dan memberikan panduan teknis penyusunan sistem remunerasi yang selaras dengan prinsip keadilan, transparansi, dan kinerja.

  • Puasa Sehat dalam Layanan Kesehatan Primer: Pendekatan Holistik Berbasis Edukasi Pasien terhadap Pengendalian Obesitas, Regulasi Glukosa, dan Fungsi Insulin

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Puasa Ramadhan memengaruhi pola makan, ritme sirkadian, metabolisme energi, serta regulasi hormon seperti insulin. Perubahan ini dapat meningkatkan sensitivitas insulin, membantu pengendalian berat badan, dan memperbaiki profil metabolik. Namun pada individu dengan obesitas dan diabetes, puasa juga dapat meningkatkan risiko hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, dan ketidakseimbangan metabolik jika tidak dikelola dengan baik. Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan prevalensi obesitas pada usia dewasa sebesar 23,4 persen, obesitas sentral 36,8 persen, dan diabetes melitus 11,7 persen. Angka ini menegaskan besarnya tantangan pengelolaan penyakit metabolik selama periode puasa. Layanan kesehatan primer memegang peran penting dalam skrining risiko, penyesuaian terapi, konseling pra Ramadhan, pemantauan selama puasa, dan tindak lanjut pasca puasa. Pendekatan holistik berbasis edukasi pasien membantu meningkatkan pemahaman tentang pola makan seimbang saat sahur dan berbuka, kepatuhan terapi, aktivitas fisik, serta deteksi dini tanda bahaya. Namun masih terdapat kesenjangan pengetahuan dan praktik klinis di tingkat layanan primer, sehingga diperlukan kegiatan ilmiah yang sistematis dan aplikatif untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam pengelolaan obesitas dan diabetes selama puasa. Kegiatan ilmiah ini bertujuan memperbarui pengetahuan tenaga kesehatan, menyelaraskan praktik berbasis bukti, serta menyediakan panduan praktis yang mudah diterapkan di puskesmas dan klinik pratama. Melalui forum pembelajaran dan pertukaran pengalaman, tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang aman, efektif, dan berorientasi pada pasien selama puasa, sekaligus mendukung pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

  • Pelatihan Manajemen Puskesmas (MP) Angkatan 3

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Pelatihan Manajemen Puskesmas diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas pengelola Puskesmas dalam menghadapi kebijakan Transformasi Sistem Kesehatan, khususnya pada penguatan pelayanan kesehatan primer. Puskesmas memiliki peran strategis dalam menyelenggarakan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif berbasis kebutuhan masyarakat di wilayah kerja sesuai Permenkes Nomor 19 Tahun 2024. Pelatihan ini mendukung penerapan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer yang menekankan pelayanan berbasis siklus hidup dan integrasi lintas program, klaster, serta jejaring pelayanan. Peserta dibekali kemampuan manajemen kepemimpinan, data, keuangan, sumber daya, upaya kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan manajemen mutu agar Puskesmas mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelayanan secara terintegrasi. Melalui metode pembelajaran daring, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi manajerial Kepala Puskesmas, penanggung jawab klaster, dan staf manajemen tanpa mengganggu pelayanan. Hasil akhir yang diharapkan adalah Puskesmas yang dikelola secara efektif, berbasis data, dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.

  • Kupas Tuntas Penanganan TBC di Layanan Kesehatan

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman masalah kesehatan masyarakat yang utama, baik di tingkat global maupun nasional, yang menimbulkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian yang tinggi. Berdasarkan Global TB Report tahun 2023, Indonesia saat ini menempati posisi kedua dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia, dengan estimasi jumlah kasus mencapai 1.060.000 kasus dan angka kematian mencapai 134.000 jiwa per tahun (setara dengan 17 orang meninggal setiap jamnya akibat TBC). Pemerintah Indonesia telah menetapkan komitmen percepatan eliminasi TBC pada tahun 2030, dengan target penurunan insiden TBC menjadi 65 per 100.000 penduduk. Meskipun capaian notifikasi kasus TBC nasional menunjukkan tren pemulihan pasca pandemi COVID-19, yakni mencapai 821.200 kasus pada tahun 2023, masih terdapat kesenjangan (gap) yang signifikan. Hasil Studi Inventori TBC Nasional 2023-2024 menunjukkan bahwa proporsi under-reporting (kasus yang terdiagnosis namun tidak dilaporkan ke dalam sistem nasional) masih berada di angka 15,6%. Angka under-reporting ini tidak hanya terjadi di fasilitas swasta seperti Dokter Praktik Mandiri (DPM) dan klinik, tetapi juga masih ditemukan di tingkat Puskesmas (8,1%) dan Rumah Sakit (16,9%). Selain masalah pencatatan dan pelaporan, kualitas tatalaksana klinis di layanan kesehatan juga masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Proporsi pasien TBC terkonfirmasi bakteriologis dibandingkan diagnosis klinis pada tahun 2020-2022 masih di bawah target nasional ideal yakni 60%:40%, di mana rendahnya konfirmasi bakteriologis ini dapat memicu kesalahan diagnosis dan pengobatan. Lebih lanjut, masih tingginya kasus kehilangan jejak (loss to follow-up) serta rendahnya proporsi pasien TBC Resistan Obat (TBC RO) yang memulai pengobatan lini kedua (hanya 58% pada tahun 2022) menegaskan urgensi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di seluruh lini fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan regulasi, penemuan dan pengobatan TBC wajib dilaksanakan oleh seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) secara terstandar. Ketidaktahuan petugas terkait pembaruan pedoman tata laksana, kurangnya optimalisasi penggunaan Tes Cepat Molekuler (TCM), serta hambatan dalam jejaring rujukan antar fasilitas kesehatan (Public-Private Mix) seringkali menjadi hambatan tertundanya pasien mendapatkan akses diagnosis dan pengobatan yang berkualitas.

  • Utilization of Artificial Intelligence in Diagnostic Pathology and Oncology to Enhance Quality of Healthcare Services in Primary Care Settings

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Transformasi sistem kesehatan nasional menempatkan digitalisasi sebagai salah satu prioritas utama sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penguatan rekam medis elektronik, integrasi data kesehatan, serta pengembangan pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu, efisiensi, dan keselamatan pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan primer. Di sisi lain, beban penyakit kanker di Indonesia terus meningkat dan menjadi salah satu penyebab kematian utama. Tantangan yang masih dihadapi meliputi keterlambatan deteksi dini, variasi kualitas rujukan, keterbatasan akses layanan patologi di beberapa wilayah, serta ketidakterpaduan informasi klinis antar tingkat pelayanan. Kondisi ini menuntut sistem pelayanan yang lebih presisi, cepat, dan berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan klinis yang tepat. Perkembangan kecerdasan buatan dalam bidang patologi diagnostik dan onkologi telah menunjukkan potensi signifikan dalam meningkatkan akurasi analisis citra histopatologi, mendukung skrining awal, serta membantu sistem pendukung keputusan klinis. Pemanfaatan teknologi ini berpotensi mempercepat proses diagnosis, mengurangi variasi interpretasi, serta meningkatkan efektivitas sistem rujukan. Dalam konteks fasilitas pelayanan kesehatan primer, pemahaman terhadap output sistem berbasis AI menjadi penting karena hasil tersebut akan memengaruhi keputusan rujukan, edukasi pasien, serta tindak lanjut klinis. Namun demikian, kesiapan sumber daya manusia kesehatan dalam memahami prinsip kerja, manfaat, keterbatasan, serta aspek etik dan regulasi penggunaan AI masih belum merata. Sebagian tenaga kesehatan dan tenaga medis belum memperoleh pembaruan yang memadai mengenai implementasi AI dalam patologi diagnostik dan onkologi, khususnya dalam konteks pelayanan primer. Tanpa penguatan kapasitas, terdapat risiko kesalahan interpretasi, penggunaan yang tidak optimal, serta potensi dampak terhadap mutu dan keselamatan pasien. Selain aspek teknis, implementasi AI dalam pelayanan kesehatan membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas profesi. Dokter, perawat, bidan, tenaga laboratorium, tenaga kesehatan masyarakat, pengelola data kesehatan, serta unsur manajemen fasilitas kesehatan memiliki peran dalam membaca, menindaklanjuti, dan mengintegrasikan informasi diagnostik berbasis AI ke dalam alur pelayanan. Oleh karena itu, peningkatan literasi dan kompetensi dasar mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi kebutuhan yang bersifat nasional dan lintas profesi.

  • Cataract Management: From Fundamentals to Advanced Innovation

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Katarak merupakan penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah di dunia maupun di Indonesia. Berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014–2016, angka prevalensi kebutaan di Indonesia pada penduduk usia 50 tahun ke atas mencapai 3%, yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan angka kebutaan tertinggi di Asia Tenggara. Diperkirakan sekitar 70-80% dari angka kebutaan tersebut disebabkan oleh katarak. Untuk merespons tingginya beban kebutaan ini, Pemerintah Indonesia telah menyusun Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan di Indonesia Tahun 2017-2030 yang bertujuan menurunkan prevalensi gangguan penglihatan yang dapat dicegah sebesar 25% pada tahun 2030 menuju Universal Eye Health. Penatalaksanaan definitif untuk katarak hanya dapat dilakukan melalui tindakan pembedahan guna mengeluarkan lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa tanam intraokular (IOL). Saat ini, teknologi bedah katarak telah bertransformasi dengan sangat pesat, mulai dari teknik ekstraksi konvensional (Extra Capsular Cataract Extraction/ECCE), bedah insisi kecil (Small Incision Cataract Surgery/SICS), hingga penggunaan phacoemulsification. Inovasi bedah ini juga diiringi oleh perkembangan masif pada penggunaan lensa premium, seperti lensa toric, multifocal, dan Extended Depth of Focus (EDOF), serta pemanfaatan alat biometrik canggih yang secara nyata meningkatkan efisiensi bedah dan kualitas penglihatan pasien secara optimal. Di sisi lain, pelaksanaan pelayanan yang optimal memerlukan sistem yang kuat dan berjenjang. Di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), strategi penguatan sistem rujukan dan kompetensi sumber daya manusia menjadi sangat krusial. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 29 Tahun 2016 telah mengatur pembagian kompetensi dan pelayanan kesehatan mata dari tingkat primer, sekunder, hingga tersier yang harus dijalankan secara kolaboratif oleh tenaga medis. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Katarak Dewasa tahun 2018 juga sangat menekankan peran dokter umum dan tenaga kesehatan di layanan primer untuk mampu melakukan deteksi dini keluhan katarak, serta melakukan edukasi dan rujukan ke dokter spesialis mata tepat pada waktunya, demi meminimalisasi penyulit dan risiko komplikasi operasi.

  • Pelatihan Manajemen Puskesmas (MP) Angkatan 4

    Zoom Meeting dan Plataran Sehat , Indonesia

    Pelatihan Manajemen Puskesmas diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas pengelola Puskesmas dalam menghadapi kebijakan Transformasi Sistem Kesehatan, khususnya pada penguatan pelayanan kesehatan primer. Puskesmas memiliki peran strategis dalam menyelenggarakan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif berbasis kebutuhan masyarakat di wilayah kerja sesuai Permenkes Nomor 19 Tahun 2024. Pelatihan ini mendukung penerapan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer yang menekankan pelayanan berbasis siklus hidup dan integrasi lintas program, klaster, serta jejaring pelayanan. Peserta dibekali kemampuan manajemen kepemimpinan, data, keuangan, sumber daya, upaya kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan manajemen mutu agar Puskesmas mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelayanan secara terintegrasi. Melalui metode pembelajaran daring, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi manajerial Kepala Puskesmas, penanggung jawab klaster, dan staf manajemen tanpa mengganggu pelayanan. Hasil akhir yang diharapkan adalah Puskesmas yang dikelola secara efektif, berbasis data, dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.